TERUPDATE Cara Cek Status Penerima Bansos PKH Tahap 2 Cair Bulan April 2022 Di Cekbansos.kemensos.go.id

Cek artikel ini status penerima Bantuan Sosial (Bansos) Tahap 2 PKH yang dibayarkan melalui Cekbansos.kemensos.go.id pada April 2022.

PKH merupakan program pemberian bantuan tunai bersyarat kepada masyarakat kurang mampu yang termasuk dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Diketahui, penyaluran bansos PKH sudah memasuki tahap kedua pada April 2022.

Sedangkan bantuan sosial PKH akan disalurkan melalui asosiasi perbankan milik negara seperti BNI, BRI, Mandiri dan BTN (Himbara).

Penerima PKH Bansos Tahap 2 yang dibayarkan pada April 2022 dapat melihat daftarnya melalui Cekbansos.kemensos.go.id.

Tahap Penyaluran PKH

Dikutip dari Instagram @kemensosri, berikut langkah-langkah penyaluran bantuan sosial PKH.

Tahap 1: Januari, Februari, Maret.

Tahap 2: April, Mei, Juni.

Tahap 3: Juli, Agustus, September.

Tahap 4: Oktober, November, Desember

Cara mengidentifikasi penerima Bantuan Sosial PKH Tier 1 April 2022:

1. Buka halaman cekbansos.kemensos.go.id.

2. Input Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa/Kelurahan

3. Masukkan nama PM (penerima) sesuai KTP

4. Masukkan kode 8 digit (dipisahkan dengan spasi) yang tertera pada kotak Kode.

5. Klik tombol pengambilan data tomball.

Kriteria Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH

Berikut kutipan dari akun Instagram @kemensosri: Keluarga Penerima Manfaat PKH (KPM).

1. Komponen Kesehatan

wanita hamil

Hingga 2 kehamilan.

masa bayi

0-6 tahun, maksimal 2 anak.

2. Komponen pendidikan

Setara SD/MI

Anak usia 6-21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

Setara SMP/MT

Anak usia 6-21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

Setara SMA/MA

Anak usia 6-21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

3. Komponen Kesejahteraan Sosial

Lansia di atas 70

Maksimal 1 orang (1 orang) adalah satu keluarga.

cacat parah

Maksimal 1 orang (1 orang), untuk keluarga penyandang disabilitas fisik dan mental.

  Kemenhub Pastikan Tidak Ada Penyekatan Di Mudik Lebaran Tahun Ini, Masyarakat Diminta Segera Booster

Tanggung Jawab Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH

1. Wanita hamil

Pemeriksaan kehamilan di Puskesmas 4 kali atau lebih selama kehamilan.

Melahirkan di fasilitas medis.

Pemeriksaan kesehatan ibu nifas adalah 4 kali selama 42 hari setelah melahirkan.

2. 0-11 bulan sayang

Medical check up dilakukan tiga kali dalam satu bulan pertama.

Menyusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan.

Vaksinasi lengkap.

Timbang dan ukur tinggi badan Anda setiap bulan.

Minum suplemen vitamin. Setiap 6-11 bulan sekali.

Pantau kemajuan Anda setidaknya dua kali setahun.

3. Masa bayi

1 sampai 5 tahun

vaksinasi penguat.

Timbang setiap bulan.

Pengukuran tinggi badan minimal. 2 kali per tahun.

Pemantauan perkembangan min. 2 kali per tahun.

Pemberian kapsul vitamin. A. Dua kali setahun.

5 hingga di bawah 6 tahun

Berat badan minimal dua kali setahun.

Pengukuran tinggi badan minimal. 2 kali per tahun.

Pemantauan perkembangan min. 2 kali per tahun.

4. Siswa SD, SMP dan SMA

Usia 6-21 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar (SD, SMP, SMA:

Mendaftar di sekolah/pendidikan yang setara dan mengikuti kelas minimal 85% setiap bulan.

5. Lansia di atas 70

Cek cek kesehatan.

Penggunaan layanan di Pusat Medis Kesejahteraan Lansia.

Layanan home care (pengelola merawat, memandikan, dan merawat lansia KPM).

Day care (ikut kegiatan sosial di lingkungan sekitar, jogging di pagi hari, berolahraga untuk kesehatan, dll, untuk lansia minimal setahun sekali)

6. Cacat Berat

Keluarga/wali menyediakan, merawat, dan menjamin pemeriksaan kesehatan bagi penyandang disabilitas berat min. Sekali setahun:

Layanan home visit (petugas kesehatan mengunjungi rumah KPM penyandang disabilitas berat).

Home Care Services (pengelola mandi, rawat dan rawat di PKM KPH).

tujuan PKH

1. Meningkatkan taraf hidup melalui akses pendidikan, kesehatan dan pelayanan sosial.

  KPK Ingin Angelina Sondakh Laporkan Dalang Kasus Korupsi Wisma Atlet

2. Kurangi pengeluaran Anda dan tingkatkan penghasilan Anda.

3. Mendorong perubahan perilaku kemandirian keluarga penerima manfaat.

4. Mengurangi kemiskinan.

5. Keuangan Inklusif.

(/Para Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.